PERPUSTAKAAN PIP2B SUDAH DAPAT MELAYANI PENGUNJUNG, MULAI JAM 09.00 - 13.00 PADA HARI KERJA

Bata Ringan dari Meterial Vulkanik

28-02-2014 oleh Haryo Jayeng

Bata Ringan Merapicon (sumber:National Geographic)

Erupsi gunung berapi secara disadari maupun tidak disadari memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada disekitar gunung berapi tersebut. Beberapa gunung api aktif di Pulau Jawa seperti Merapi, Galunggung, Semeru, bahkan Kelud yang baru-baru ini mengalami erupsi sangat berdampak positif pada kehidupan masyarakat di sekitar gunung tersebut.

Pada awalnya disaat erupsi gunung-gunung tersebut memberikan penderitaan pada warga masyarakat di sekitarnya.Mulai dari korban harta benda, rumah yang tersapu awan panas, hewan ternak yang tersapu awan panas bahkan korban nyawa akibat awan panas maupun material vulkanik lainnya.Hal ini membutuhkan sebuah sistem yang baik yang menempakan masyarakat sebagai pelaku dalam penanganan erupsi gunung berapi sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dari erupsi gunung berapi itu sendiri.

Melihat dampak positifnya, gunung berapi akan mengeluarkan material vulkanik berupa abu ataupun pasir tergantung dari jaraknya. Pada jarak yang relative dekat antara 5.s.d. 10 km, material pasir akan memenuhi beberapa wilayah. Hal ini memungkinkan terjadi karena akibat erupsi atau pasir terbawa melalui lahar dingin. Fungsi pasir gunung api sebenarnya sama dengan pasir biasa. Keunggulan pasir hasil erupsi adalah kandungan silika oksida (SiO) yang tinggi membuat kualitasnya menjadi sangat baik.selain silika, pasir gunung api juga memiliki kandungan besi (FeO). Kandungan besi pasir gunung api sangat baik karena belum mengalami pelapukan sehingga baik untuk campuran bahan bangunan.

Pasir gunung api juga sangat baik digunakan untuk bahan beton. Ujung silika yang runcing membentuk partikel yang memiliki sudut. Pola partikel bersudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung api dengan semen menjadi lebih kuat.Pasir biasa memiliki ujung bulat sehingga kekuatan ikatannya dengan bahan pembuat beton lainnya lebih lemah."Pasir gunung api juga memiliki kandungan lempung yang sangat sedikit. Selain membuat beton semakin kuat, sedikitnya lempung juga akan meningkatkan daya tahan beton dan membuat tingkat kekeroposan beton lebih rendah.

Selain pasir, material erupsi yang lain adalah abu vulkanik. Karena ukuran abu vulkanik yang kecil maka material ini dapat terlempar hingga jauh karena mudah terbawa angin.Abu vulkanik sangat jarang digunakan karena sifatnya yang mudah terbawa angin dan air. Selain itu terkadang abu vulkanik akan langsung bercampur dengan tanah. Secara umum abu vulkanik akan lapuk selama kurang lebih 10 tahun dan menjadi salah satu zat yang menyuburkan tanah. Abu vulkanik tidak banyak digunakan untuk bahan bangunan.

Walalupun sangat jarang tidak berarti abu vulkanik tidak dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Di Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat sekelompok pengrajin bahan bangunan yang memanfaatkan abu vulkanik Gunung Merapi untuk bahan bata ringan. Bermula dari penelitian lapangan beberapa tahun Bapak Ismail Heryawan dan Bapak Gozali dapat membuat bata ringan dari bahan abu vulkanik.Bata ringan dengan merk Merapi Con ini berproduksi pada tahun 2013.Walaupun demikian usaha bahan bangunan ini telah dimulai dari tahun 2010.

Menurut Bapak Ismail, keunggulan dari bata ringan ini adalah abu vulkanik hasil erupsi gunung api, strukturnya akan semakin keras dan kuat jika terkena air hujan dan panas matahari.Selain itu sifatnya yang mampu menyerap sinar matahari sehingga penghuni merasa lebih sejuk.

Disamping itu, dengan ukuran yang relatif besar, proses pembangunan akan lebih cepat dan irit bahan.Bata ringan berbahan abu vulkanik ini memiliki panjang 60 cm dan lebar 20 cm, dengan ketebalan 10 cm. Karena ukuran yang besar batu bata ini akan mudah dikerjakan.

Sebagai produsen, Merapicon berharap material abu vulkanik Gunung Kelud dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.