PERPUSTAKAAN PIP2B SUDAH DAPAT MELAYANI PENGUNJUNG, MULAI JAM 09.00 - 13.00 PADA HARI KERJA

Briket, Potensi Energi Biomassa

19-08-2013 oleh

Melihat permasalahan menipisnya cadangan minyak bumi dan pemanasan global, banyak pemerintah dan lembaga lingkungan hidup di seluruh dunia berkampanye untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil kepada masyarakat dunia. Sehingga para ilmuwan dan insinyur berlomba-lomba untuk mengembangkan sumber energi alternatif, seperti pembangkit listrik tenaga energi terbarukan (surya, air, dan angin), kendaraan bertenaga listrik, teknologi kompor memasak yang murah dan ramah lingkungan (biogas, bioetanol, dan biomassa).

Salah satu dari beberapa energi alternatif yang menarik perhatian adalah sumber energi biomassa. Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, rumput, ubi, limbah pertanian dan hutan, kotoran manusia dan hewan. Salahsatu hasil olahan energi biomassa ialah briket. Briket adalah bahan bakar alternatif yang secara fisik bentuknya menyerupai arang, namun terbuat dan tersusun dari bahan non kayu dan dibuat dengan proses karbonisasi dan pirolisis. Biomassa yang dapat digunakan untuk membuat briket antaralain sekam, jerami, tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit, ampas onggok, ampas tahu, bonggol jagung, dan lain lain.

Briket memiliki nilai kalor yang lebih tinggi daripada arang. Artinya daya bakar yang diberikan lebih tahan lama dan lebih panas apinya dari pada api yang dihasilkan dari pembakaran arang. Salahsatu briket yang memiliki nilai kalor tertinggi adalah briket yang berasal dari tempurung kelapa. Briket tempurung kelapa ini menghasilkan kalor lebih dari 7000 kkal/kg.

Briket dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar, untuk memasak ataupun hal lainya. Di Kecamatan Sewon, Bantul, tepatnya di Jurug, Bangunharjo terdapat industri rumahan briket tempurung kelapa yang telah mengekspor hasilnya hingga ke luar negeri. Adalah “BRICQO” yang di pimpin oleh Novi Setiawan. Briket tempurung kelapa hasil produksinya diekspor guna memenuhi kebutuhan luar negeri yang terus meningkat. Ekspornya antara lain ke Jerman, Amerika Serikat, Arab Saudi dan sebagainya. Briket ini kebanyakan digunakan sebagai bahan bakar shisha (rokok arab) ataupun budaya barbeque masyarakat barat.

Cara pembuatan briket tempurung kelapa ini sederhana, yakni membakar tempurung kelapa lalu menumbuknya hingga halus. Setelah diayak, hasil ayakan dicampur dengan adonan tepung kanji dengan komposisi tertentu. Kemudian briket dicetak sesuai ukuran yang dikehendaki dan dijemur hingga kering.

Potensi penggunaan energi biomassa di Indonesia tinggi, mengingat bahan bakar minyak yang terus meningkat dan tak terbarukan sedangkan sumber biomassa yang terbarukan dan melimpah di Indonesia. Bagi industry kecil dan menengah, briket dapat menjadi alternatif dalam pembakaran. Industry pembuatan tahu misalnya, briket dapat menjadi pengganti kayu bakar pada proses perebusan kedelai, dan banyak lagi macamnya. Harganya yang lebih murah serta nilai kalornya yang lebih tinggi menjadikan briket sangat potensial sebagai pengganti bahan bakar.

Bagi rumah tangga sendiri, juga telah terdapat kompor khusus bahan briket. Sehingga briket untuk rumah tangga dapat menjadi alternatif pengganti gas jika terjadi kelangkaan ataupun kayu bakar yang semakin sulit ditemui.