PERPUSTAKAAN PIP2B SUDAH DAPAT MELAYANI PENGUNJUNG, MULAI JAM 09.00 - 13.00 PADA HARI KERJA

Mari Bertanaman dengan Teknik Bertanam Vertikultur Solusi bertanam pada lahan sempit

15-09-2013 oleh

Beberapa waktu yang lalu banyak tanaman dan pepohonan tumbuh di sekitar kita. Setiap rumah hampir memiliki pohon dan tanaman. Manfaat adanya tanaman tidak hanya menghasilkan oksigen saja namun juga memberikan kesan asri dan indah. Namun, saat ini seiring bertambah pesatnya penduduk mengakibatkan kebutuhan lahan pemukiman semakin bertambah, alhasil ruang hijau semakin berkurang. Terlebih lagi di daerah perkotaan padat penduduk, lahan kosong untuk ruang hijau sulit sekali ditemukan. Kurangnya lahan hijau tersebut menyebabkan lingkungan terasa panas dan gersang.

Mensiasati hal tersebut, ditemukan teknik bertanam yang tidak memerlukan lahan luas, yakni teknik vertikultur. Sesuai namanya, Vertikultur adalah cara menanam tanaman dengan sistem tegak/vertikal. Cara menanamnya bisa menggunakan rak bertingkat/bersusun, sistem menggantung ataupun dengan menggunakan pot tegak. Teknik bertanam ini sedang banyak digandrungi terutama untuk perumahan yang memiliki sedikit lahan kosong.

Metode vertikultur memungkinkan bercocok tanam di lahan sempit dalam jumlah banyak. Kita tidak perlu juga menyiangi rumput pengganggu sehingga penggunaan pupuk lebih fokus ke tanaman yang kita tanam. Selain itu apabila kita menanam sayuran, hasilnya lebih bersih dan segar serta terhindar dari pencemaran. Hal ini tentunya lebih sehat jika dibandingkan dengan cara bertanam konvensional. Bahkan dari hasil bertanam ini kita bisa menghemat pengeluaran biaya belanja dapur. Dari aspek lingkungan juga akan terlihat hijau dan asri.

Vertikultur bisa dibuat dari bermacam-macam bahan di sekitar kita. Contohnya untuk membuat rak bertingkat dapat digunaakn botol bekas plastik yang disusun rak dari bambu, atau diikat pada langit teras rumah. Dapat pula dibuat dari pralon yang dipasang vertikal. Prinsipnya simpel, setelah wadah kita isi media selanjutnya ditanami. Terakhir, kita susun dalam rak sesuai dengan keinginan kita.

Gambar Verikultur dari pralon[1]

Media tanam.

Media tanam adalah tempat tumbuhnya tanaman untuk menunjang perakaran. Dari media tanam inilah tanaman menyerap makanan berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam disarankan kaya akan unsur hara karena dalam sistem ini wadah tanam relatif terbatas sedangkan jumlah tanaman banyak. Tentunya untuk mampu bertahan hidup tanaman-tanaman tersebut memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Media tanaman yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang dicampur merata.

Jenis tanaman.

Sebenarnya dengan vertikultur ini anda bisa menanam berbagai jenis tanaman. Contohnya antara lain cabai, selada, terong, mentimun, bawang merah, tomat, kemangi, sawi, bayam, dan kangkung. Sebenarnya masih banyak sayuran lainnya asalkan tanaman tersebut berukuran kecil dengan perakaran pendek.

Demikian artikel singkat tentang cara menanam vertikultur. Ayo hijaukan rumahmu dengan vertikultur.

[1] Diunduh dari http://denmas-kenthus.blogspot.com/2012/05/vertikultur-solusi-bertanam-di-lahan.html pada Selasa, 24 Sept 2013.