PERPUSTAKAAN PIP2B SUDAH DAPAT MELAYANI PENGUNJUNG, MULAI JAM 09.00 - 13.00 PADA HARI KERJA

Pelatihan Pengelola Kelompok Pengangkatan Air Bertenaga Surya

28-10-2013 oleh

Penyemaian teknologi baru untuk masyarakat dengan tujuan utama menyejahterakan masyarakat mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pemerintah. Salah satunya adalah teknologi sel surya. Teknologi ini dapat menghasilkan tenaga pada penyediaan air bersih di kawasan sulit air. Sayangnya, tidak semua lapisan masyarakat bisa menerima teknologi ini secara langsung. Ada beberapa persiapan dan pembinaan yang dibutuhkan masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini dengan maksimal dan berkelanjutan.

Untuk itu, Senin (27/9) lalu Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PKPAM) DIY bekerjasama dengan KAMASE (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi) UGM menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengelolaan sistem pengangkatan air bertenaga surya. Sasaran acara ini adalah kelompok masyarakat pengelola yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bertempat di Kantor Satker PKPAM Munggur, sebagai pembuka Kepala Satker PKPAM DIY Ir. Hardjono mengungkapkan pentingnya pemenuhan kebutuhan air dan teknologi pengangkatannya. Ditengah pesatnya perkembangan teknologi, perlunya inovasi yang tepat guna untuk mengatasi permasalahan penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Penggunaan teknologi yang dimaksud ialah teknologi energi terbarukan panel surya yang digunakan sebagai penghasil listrik bagi pompa pengangkatan air. Panel surya sebagai penghasil listrik mengubah sinar matahari menjadi sumber listrik. Hardjono juga mengungkapkan sudah terdapat beberapa tempat penggunaan teknologi tersebut untuk penyediaan air bersih di Yogyakarta terutama di kabupaten Gunungkidul, seperti di Tepus, Banyumeneng, dan Giricahyo. Kedepannya, penggunaan energi terbarukan ini akan terus bertambah. “Untuk itulah acara ini ada, agar sistem berjalan handal dan mampu bertahan lama” jelasnya.

Gambar Suasana saat Pelatihan Pengelolaan SWPS

Ahmad Agus Setiawan sebagai dosen serta pakar ahli terbarukan dari UGM juga menyampaikan pentingnya penggunaan energi terbarukan kedepan nya karena minyak fosil yang kian menipis dan harganya yang terus naik. “Penggunaan pompa air dari diesel akan membutuhkan biaya operasional yang besar karena minyaknya yang harganya terus melonjak” terang Ahmad. Oleh karena itu, penggunaan energy terbarukan yang ramah lingkungan dan lebih murah harus digalakkan.

Gambar Skema Pengangkatan Air dengan Pompa Bertenagasurya[1]

Memasuki inti pelatihan, acara terbagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama diisi oleh Didik H dan dilanjutkan oleh Cecep Setiawan, keduanya dari KAMASE UGM. Didik bercerita tentang sistem umum dari pengangkatan air bertenaga surya. "Konsepnya sama seperti kita mengangkat air dari pompa listrik/diesel. Bedanya listrik yang didapat dari panel surya yang merubah sinar matahari jadi listrik" terangnya.

penggunaan panel surya untuk penghasil listrik mampu bertahan lama hingga puluhan tahun, namun sistem kelistrikannya yang harus dirawat secara rutin. Untuk itu, Cecep pada sesi kedua memberikan beberapa cara untuk merawat sistem panel dan cara melakukan troubleshooting jika sistem pengangkatan air ini mengalami trouble.

Cecep mengungkapkan perlunya pengecekan serta perawatan yang rutin, setiap satu atau dua bulan sekali pada rangkaian panel surya, inverter (pengubah arus DC yang dihasilkan panel surya ke AC untuk pompa), sistem perkabelan dan pompa. Perawatan rutin terutama dilakukan pada rangkaian panel surya dengan mengecek apakah tegangan yang dihasilkan masih sesuai. Pengecekan ini dilakukan dengan menggunakan multimeter ataupun dari volt dan amperemeter yang tersedia. Begitupun dengan inverter. Untuk pompa dengan melihat air yang keluar atau debit yang dihasilkan pompa. “Panel surya, inverter, perkabelan dan pompa menjadi satu kesatuan utama pada pengangkatan air sistem ini” jelas Cecep.

Troubleshooting perlu dilakukan jika terjadi kerusakan atau ketidakjelasan pada sistem dengan mengecek lebih dalam pada sistem tersebut. Jika ada kerusakan lebih dalam setelah dilakukan troubleshooting dan masyarakat belum mampu usahakan untuk menghubungi berbagai pihak yang mampu, dan KAMASE juga siap untuk membantu masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan bagi masyarakat ini. Sebagai penutup, disesi tanya jawab masyarakat menyarankan untuk dilakukannya pendampingan secara kontinu agar sistem ini dapat berjalan dengan handal.

Tim dari KAMASE memberikan pengarahan

[1] Gambar diunduh dari laman http://ecobase.ourproject.org/wp-content/uploads/2011/08/Typical-Solar-Water-Pumping-System.png pada 28 September 2013