PERPUSTAKAAN PIP2B SUDAH DAPAT MELAYANI PENGUNJUNG, MULAI JAM 09.00 - 13.00 PADA HARI KERJA

Teknologi Pengolahan Air Limbah Dengan Bantuan Cacing Tanah (sistem vermibiofilter)

12-07-2016 oleh Ryan

Sistem vermibiofilter adalah teknologi pengolahan air limbah yang memanfaatkan proses dekomposisi limbah domestik menggunakan decomposer cacing tanah (lumbrecus rubellus)  dan mikroba. Zat organik yang berasal dari limbah domestik merupakan sumber makanan bagi cacing tanah dan mikroba. Sistem ini secara umum sama dengan komposter rumah tangga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

Instalasi  vermibiofilter didesain bersekat dan menggabungkan 3 proses pengolahan, yaitu proses pengolahan biologis oleh cacing lumbrecus rubellus, penyaringan lumpur dan TSS melalui slow sand filter, dan pengolahan biologis oleh bakteri atau biofilm pada sekat slow sand filter.

Sistem vermibiofilter adalah teknologi pengolahan air limbah yang memanfaatkan proses dekomposisi limbah domestik menggunakan decomposer cacing tanah (lumbrecus rubellus)  dan mikroba. Zat organik yang berasal dari limbah domestik merupakan sumber makanan bagi cacing tanah dan mikroba. Sistem ini secara umum sama dengan komposter rumah tangga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

Instalasi  vermibiofilter didesain bersekat dan menggabungkan 3 proses pengolahan, yaitu proses pengolahan biologis oleh cacing lumbrecus rubellus, penyaringan lumpur dan TSS melalui slow sand filter, dan pengolahan biologis oleh bakteri atau biofilm pada sekat slow sand filter.

                  Sumber : www. Airlimbah.com

Skema Intalasi vermibiofilter                

 

Instalasi ini selain dapat memperbaiki kualitas effluent air limbah, mengurangi timbulan lumpur tinja, juga memiliki nilai ekonomis dari cacing yang dihasilkan. Cacing yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapat bagi pengelola.

Keunggulan Reaktor vermibiofilter bersekat : 1) Tidak perlu lagi menggunakan bak pengendap. 2) Lumpur tinja akan diolah cacing menjadi kompos sehingga tidak perlu lagi dilakukan penyedotan lumpur.3) Selain mengolah tinja juga dapat digunakan untuk mengolah sampah dapur dan kotoran ternak.4) Kebutuhan lahan lebih sedikit dan biaya lebih murah

Walaupun begitu, teknologi ini juga masih mempunyai kelemahan, beberapa kelemahannya antara lain :  1) cacing masih rentan terhadap banjir atau air yang menggenang, sehingga perlu diatur volume media cacing dengan debit air yang masuk 2) pada saringan pasir lambat perlu perwatan khusus dengan sistem backwash untuk mencegah cloging.

Walaupun masih memiliki beberapa kekurangan, sistem ini patut menjadi salah satu model alternatif dalam pengelolaan limbah domestik karena adanya cacing sebagai nilai tambah. Perlu adanya penelitian lanjutan agar hasil output air limbah lebih baik dan operasional lebih mudah.