PERPUSTAKAAN PIP2B SUDAH DAPAT MELAYANI PENGUNJUNG, MULAI JAM 09.00 - 13.00 PADA HARI KERJA

Tips Desain rumah hemat listrik

25-07-2014 oleh

Isu pemanasan global, menipisnya cadangan energi dan kenaikan harga tarif dasar listrik setiap tahunnya terus menerus membayangi. Salah satu solusi mengatasi permasalah ini adalah penghematan atau meminimalisir penggunaan energi. Penghematan energi dapat dilakukan mulai dari hal yang paling dekat dengan kita yaitu rumah sebagai tempat tinggal kita sehari-hari.

Penghematan energi dari lingkungan tempat tinggal dapat dilakukan pada tahap desain dan penggunaan rumah tersebut. Pada tahapan desain, rumah didesain sedemikian rupa sehingga pada saat rumah digunakan tidak perlu banyak energi. Sedangkan pada tahap penggunaan rumah adalah bagaimana cara supaya aktivitas kita di dalam rumah tidak boros energi. Artikel kali ini akan banyak bertumpu pada bagaimana mendesain rumah hemat energi (listrik).

Sebelum bicara desain, kita perlu mengingat hukum kekekalan energi yang berbunyi, “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan”. Aktivitas di rumah seperti pendingin udara, pencahayaan ruangan, dan gerakan dalam instalasi air memerlukan energi yang tidak lain tidak bukan berasal dari energi listrik. Apabila kita ingin mengurangi penggunaan energi listrik maka tentu kita harus bisa mengoptimalisir aktivitas tersebut.

Lantas, bagaimana caranya? Jawaban atas pertanyaan tersebut kini mulai dijawab dengan beberapa inovasi dalam dunia rekayasa (engineering).  Berikut ini, beberapa cara yang bisa dilakukan dalam desain rumah hemat listrik adalah:

Tips desain pencahayaan rumah

Desain pencahayaan yang optimal dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk penerangan rumah. Ada beberapa tips untuk pencahayaan rumah.

  • Berikan jendela dan kaca pada bagian dinding rumah supaya cahaya matahari dapat masuk ke dalam.
  • Gunakan genteng kaca supaya cahaya dapat masuk dari atap. Apabila rumah menggunakan plafond, maka potonglah sebagian supaya cahaya tetap masuk.
  • Apabila tidak menginginkan adanya jendela, glassblok dapat menjadi solusi.
  • Gunakan cat dinding yang berwarna terang karena warna yang terang akan memantulkan cahaya sehingga rumah menjadi terang.

Tips mengatur jendela ventilasi udara

Jendela dan ventilasi udara berfungsi sebagai jalan keluar-masuk udara dari luar ke dalam rumah dan sebaliknya. Agar dapat berfungsi optimal, desain ventilasi yang baik adalah sebagai berikut:

  • Letakkan ventilasi dan jendela pada posisi yang saling berhadapan supaya aliran udara arah horizontal dapat berjalan lancar. Apabila jendela atau ventilasi tidak diletakkan pada posisi ini, maka ada kemungkinan tejadinya kantung udara di dalam rumah.
  • Letakkan ventilasi pada bagian rumah yang paling tinggi untuk membantu aliran udara panas keluar rumah. Gerakan udara panas adalah vertikal dari bawah ke atas. Supaya aliran ini dapat bergerak lebih cepat, beberapa rumah terkadang memberi ventilasi di bagian bawah supaya udara dingin masuk dan mendorong udara yang lebih panas tersebut.

Tips jaringan air

Desain jaringan air yang baik memungkinkan penghematan energi listrik dalam rangka pengambilan air. Tips agar jaringan air bisa menghemat energi listrik adalah sebagai berikut:

  • Usahakan alur pipa tidak berbelok-belok sehingga air dapat mengalir dengan efektif (kehilangan energi minim).
  • Usahakan tidak ada kebocoran dalam pipa.
  • Bangun bak penampungan air dengan elevasi/tinggi sesuai yang diperlukan sehingga air dapat mengalir secara gravitasi.
  • Gunakan saklar pelampung supaya pompa air dapat hidup-mati secara otomatis.

Tips mendesain atap

Desain atap yang baik mampu meminimalisir panas sehingga dapat menghemat biaya listrik untuk pendingin ruangan. Beberapa tips dalam mendesain atap adalah sebagai berikut:

  • Gunakan Cool Roofing atau pendingin atap yaitu benda yang memantulkan panas matahari dan memancarkan kembali radiasi diserap ke dalam atmosfer. Teknologi ini sudah dikembangkan dan digunakan oleh beberapa negara maju di dunia.
  • Pilihlah material atap yang mampu menyerap panas seperti sirap. Hindari penggunaan seng. Harga seng memang relatif lebih murah tapi sangat panas bagi penghuni yang tinggal di bawahnya.
  • Cat atap rumah dengan warna terang supaya panas matahari dapat dipantulkan kembali.

Penghematan energi di rumah, tidak hanya dapat dilakukan dalam aktivitas saja namun juga pada saat perancangan rumah. Dengan hidup hemat energi maka kita melestarikan lingkungan untuk generasi selanjutnya.

Tips Desain Rumah Hemat Listrik

16-10-2014 oleh

Eco energy, via: http://www.cardel.gr

Isu pemanasan global, menipisnya cadangan energi dan kenaikan harga tarif dasar listrik setiap tahun terus menerus membayangi. Salah satu solusi mengatasi permasalahan ini adalah penghematan atau meminimalisir penggunaan energi. Penghematan energi dapat dilakukan mulai dari hal yang paling dekat dengan kita yaitu rumah tempat tinggal kita sehari-hari.


Penghematan energi di lingkungan tempat tinggal dapat dilakukan pada tahap desain dan penggunaan. Pada tahap desain, rumah didesain sedemikian rupa sehingga saat digunakan segala aktivitas di dalam rumah tidak memerlukan banyak energi. Sedangkan pada tahap penggunaan rumah adalah bagaimana cara supaya aktivitas kita di dalam rumah tidak boros energi. Artikel kali ini akan banyak bercerita tentang bagaimana cara mendesain rumah hemat energi (listrik).


Aktivitas di rumah seperti pendingin udara, pencahayaan ruangan, dan gerakan air dalam instalasi memerlukan energi yang berasal dari energi listrik. Apabila kita ingin mengurangi penggunaan energi listrik pada tahap desain maka rumah harus didesain supaya mampu meminimalisir penggunaan listrik untuk aktivitas tersebut. Lantas, bagaimana caranya? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mendesain rumah hemat listrik.

1. Tips desain pencahayaan rumah

Contoh desain pencahayaan rumah, via: http://fc08.deviantart.net

Desain pencahayaan yang optimal dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk penerangan rumah.  Ada beberapa tips untuk pencahayaan rumah.

  • Berikan jendela dan kaca pada bagian dinding rumah supaya cahaya matahari dapat masuk ke dalam.

  • Gunakan genteng kaca supaya cahaya dapat masuk dari atap. Apabila rumah menggunakan plafond, maka potonglah sebagian supaya cahaya tetap masuk.

  • Apabila tidak menginginkan adanya jendela, glassblok dapat menjadi solusi.

  • Gunakan cat dinding yang berwarna terang karena warna yang terang akan memantulkan cahaya sehingga rumah menjadi terang.

2. Tips mengatur jendela dan ventilasi udara

Desain ventilasi udara, via: http://www.smarterhomes.org.nz

Jendela dan ventilasi udara berfungsi sebagai jalan keluar-masuk udara dari luar ke dalam rumah dan sebaliknya. Agar berfungsi optimal, desain jendela dan ventilasi sebaiknya sebagai berikut.

  • Letakkan ventilasi dan jendela pada posisi yang saling berhadapan supaya aliran udara arah horizontal dapat berjalan lancar. Apabila jendela atau ventilasi tidak diletakkan pada posisi ini maka ada kemungkinan tejadinya kantung udara di dalam rumah.

  • Letakkan ventilasi pada bagian rumah yang paling tinggi untuk membantu aliran udara panas keluar rumah. Gerakan udara panas adalah vertikal dari bawah ke atas. Supaya bergerak lebih cepat, beberapa rumah memberi ventilasi di bagian bawah supaya udara dingin masuk dan mendorong udara panas tersebut keluar.

3. Tips jaringan air

Ilustrasi jaringan pipa, via: http://firstqualityplumbingfl.com

Desain jaringan air yang baik bisa membuat listrik untuk mengambil air lebih hemat. Tips agar jaringan air yang baik adalah sebagai berikut.

  • Usahakan alur pipa tidak berbelok-belok sehingga air dapat mengalir dengan efektif (aliran lebih cepat dan kehilangan energi minim).

  • Usahakan tidak ada kebocoran dalam pipa.

  • Bangun bak penampungan air dengan elevasi/tinggi sesuai yang diperlukan sehingga air dapat mengalir secara gravitasi.

  • Gunakan saklar pelampung supaya pompa air dapat hidup-mati secara otomatis.

4. Tips mendesain atap

Desain rumah beratap terang, via: http://cdn.homedit.com

Desain atap yang baik mampu meminimalisir panas sehingga dapat menghemat biaya listrik untuk pendingin ruangan. Beberapa tips desain atap yang baik adalah sebagai berikut:

  • Gunakan Cool Roofing atau pendingin atap yaitu benda/material yang memantulkan panas matahari dan memancarkan kembali radiasi supaya diserap ke dalam atmosfer. Teknologi ini sudah dikembangkan dan digunakan oleh beberapa negara maju di dunia.

  • Pilihlah material atap yang mampu menyerap panas seperti sirap. Hindari penggunaan seng. Harga seng memang relatif lebih murah tapi sangat panas bagi penghuni yang tinggal di bawahnya.

  • Cat atap rumah dengan warna terang supaya panas matahari dapat dipantulkan kembali.

Demikian tips menghemat listrik yang dapat dilakukan mulai dari saat mendesain rumah. Dengan hidup hemat energi maka kita akan mewariskan lingkungan yang lestari untuk generasi selanjutnya. Semoga bermanfaat.